[Page Flow; An Original Story] Sebelum Ambai Pulang
Sebelum Ambai Pulang tersedia juga di Wattpad - Sakelar dalam ruangan mendapat dorongan dari satu ruas jari yang lentik. Sepersekian detik kemudian, ruangan kembali terlihat jelas di pukul sebelas malam. Jika perlu mendeskripsikan ruangan yang terang benderang itu, beberapa helai baju berserakan di dekat lemari. Kemudian, brush dan loose powder berada di dekatku. Tidak lupa pula lantai yang disemai oleh rambut-rambut yang rontok dengan ikhlas. Menurutku, ruangan ini sudah seperti kebun rambut. Mungkin akan panen sehari lagi. Helaan napas panjang terdengar, diiringi kaki yang diseret. “Capek banget!” keluhnya. Siapalah aku yang bisa menghakimi. Melihatnya seperti sekarang kadang terlalu menyedihkan. Ah, padahal aku bilang tidak ingin menghakimi. Maafkan aku, ya, Ambai. Wanita yang tahun depan akan menutup kepala duanya itu bernama Ambai. Aku kurang tahu siapa nama lengkapnya. Tanpa mengetahui nama lengkapnya pun, sepertinya wanita itu tidak keberatan. Aku sendiri baru mengenalnya dua t...

