Buckle Up! A JoyRide into the Trainee Life with CORTIS

From the rush of “JoyRide” to the long road before the spotlight.


Makna Lagu JoyRide CORTIS: Perjalanan Trainee Menuju Kebebasan!

Sebelum CORTIS menjadi sebesar sekarang, dengan jutaan pendengar di Spotify dan penggemar yang tersebar di berbagai platform digital, pastinya ada perjalanan panjang yang harus mereka lewati.

Di bawah naungan BIGHIT MUSIC, label yang juga menaungi BTS dan TXT, Martin dan kawan-kawan tentu harus melewati berbagai proses sebelum akhirnya bisa debut. Dari yang awalnya berstatus trainee, kini mereka mulai dikenal sebagai rookie yang punya warna musiknya sendiri.

Tapi, pernah nggak sih kita membayangkan bagaimana rasanya menjadi trainee?

Menghabiskan waktu berjam-jam di ruang latihan, mengulang koreografi yang sama berkali-kali, sampai harus terus menunjukkan perkembangan dalam evaluasi. Belum lagi ketidakpastian tentang kapan kesempatan debut itu akan datang.

Menariknya, sebagian dari perasaan tersebut bisa kita temukan dalam lagu JoyRide, salah satu lagu di debut album CORTIS, COLOR OUTSIDE THE LINES.

Dalam wawancara dengan Weverse Magazine, Juhoon menggambarkan JoyRide sebagai lagu yang emosional, dengan lirik rebellious dan nuansa raw dalam penampilan live-nya. Buatku, kombinasi tersebut membuat lagu ini terasa seperti soundtrack sebuah coming-of-age movie.

Sebuah cerita tentang anak muda yang ingin melarikan diri sejenak dari rutinitas, mencari kebebasan, dan menikmati perjalanan tanpa harus terlalu memikirkan ke mana mereka akan berakhir.

Dan setelah mendengarkan JoyRide lebih jauh, aku merasa lagu ini bukan sekadar tentang keinginan untuk pergi ke suatu tempat. Ada cerita tentang masa muda, kelelahan, dan keinginan untuk menikmati hidup yang mungkin bisa kita pahami juga.

1. Terjebak di Dalam Gedung: Gambaran Kehidupan Trainee CORTIS

Pada verse pertama, Keonho membuka JoyRide dengan gambaran sebuah tempat yang seolah terputus dari dunia luar. Melewati malam tanpa matahari, tanpa kesempatan untuk melihat langit, sampai kondisi fisik yang mulai menunjukkan kelelahan: wajah pucat dan mata memerah.

Kalau dikaitkan dengan kehidupan trainee, gambaran ini terasa seperti representasi dari rutinitas yang monoton dan melelahkan.

Coba bayangkan bagaimana rasanya menghabiskan sebagian besar waktu di gedung latihan. Berjam-jam berlatih vokal dan dance, mengulang koreografi yang sama sampai setiap gerakan terasa sempurna, lalu kembali mempersiapkan diri untuk evaluasi berikutnya.

Dan yang membuatnya semakin berat, kesempatan debut itu sendiri belum tentu datang.

Aku membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi tersebut. Sudah menghabiskan begitu banyak waktu dan tenaga untuk mengejar sesuatu, tetapi masih harus terus membuktikan bahwa diri sendiri layak mendapatkan kesempatan itu.

Industri K-pop memang dikenal memiliki sistem pelatihan yang kompetitif. Para trainee harus terus mengembangkan kemampuan dan menunjukkan perkembangan agar bisa mempertahankan peluang mereka untuk masuk ke dalam line-up debut.

Bagi mereka yang memulai perjalanan ini sejak usia belia, tentu bukan hal yang mudah.

Di usia ketika sebagian besar remaja masih punya banyak kesempatan untuk bermain, mengeksplorasi diri, dan menikmati kehidupan sekolah, para trainee justru harus membagi waktu dan energi untuk mengejar mimpi yang belum tentu terwujud.

Ada ambisi yang harus terus dijaga, ekspektasi yang perlu dipenuhi, dan rasa lelah yang mungkin tidak selalu bisa mereka tunjukkan.

Mungkin, di sinilah gambaran tentang ruangan tanpa matahari dalam JoyRide terasa semakin menarik.

Bukan sekadar tentang terjebak di dalam sebuah gedung, tetapi juga tentang bagaimana rasanya menghabiskan sebagian besar masa muda untuk mengejar sesuatu yang belum tentu bisa digenggam.

2. Menginginkan Kebebasan, Meskipun Hanya Sebentar

Setelah menggambarkan rutinitas yang melelahkan pada verse pertama, JoyRide membawa kita pada keinginan untuk merasakan kebebasan, meskipun hanya sesaat.

Pada bagian pre-chorus, Martin dan James menyampaikan keinginan untuk menikmati momen ketika mereka tidak perlu terus-menerus memikirkan latihan dan evaluasi berikutnya.

Bukan berarti mereka ingin meninggalkan impian sebagai idol. Mereka hanya ingin mengambil jeda sejenak dari rutinitas yang terus berulang.

Dan menurutku, perasaan ini cukup relatable.

Karena, bukankah kita bisa mencintai sesuatu yang sedang kita perjuangkan, tetapi tetap merasa lelah dengan proses untuk mencapainya?

Aku rasa hampir semua orang pernah berada di posisi tersebut. Entah ketika sedang mengejar pekerjaan impian, menyelesaikan pendidikan, atau berusaha mencapai sesuatu yang sudah lama diinginkan.

Kita tahu apa yang ingin dicapai, tetapi terkadang lupa memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat.

Dalam JoyRide, perjalanan spontan tanpa tujuan yang jelas terasa seperti simbol kebebasan sementara. Sebuah perjalanan yang tidak harus berakhir di tempat tertentu, tidak perlu memiliki rencana yang matang, dan tidak harus selalu menghasilkan sesuatu.

Bayangkan saja, naik mobil bersama teman-teman, memutar lagu favorit, melihat lampu-lampu kota dari balik jendela, dan untuk beberapa saat tidak perlu memikirkan apa pun.

Sounds nice, right?

Untuk sesaat, CORTIS ingin menjadi anak muda biasa yang bisa menikmati hidup tanpa memikirkan evaluasi berikutnya.

Dan mungkin, justru di situlah letak makna JoyRide yang paling menarik.

Kebebasan yang mereka cari bukan tentang meninggalkan impian, melainkan tentang menikmati perjalanan menuju impian tersebut.

3. Mengapa JoyRide Terdengar Ceria meski Liriknya Emosional?

Ada satu hal yang cukup menarik dari JoyRide: musiknya terasa menyenangkan, tetapi cerita yang disampaikan justru cukup emosional.

Kalau didengarkan sekilas, lagu ini terasa tenang dan cocok untuk menemani perjalanan. Namun, ketika mulai memperhatikan liriknya, kita justru menemukan gambaran kelelahan, kejenuhan, dan keinginan untuk melarikan diri dari rutinitas.

Dalam wawancara dengan GQ Japan, Seonghyeon menjelaskan bahwa mereka mencoba menuliskan emosi mentah yang dirasakan saat itu dan mengekspresikan keinginan untuk melarikan diri dari kehidupan sehari-hari yang monoton.

Ia juga menjelaskan bahwa instrumentalnya terasa mellow, sehingga mereka mencoba menulis lirik dengan karakter yang lebih kasar.

Buatku, kontras ini justru membuat JoyRide terasa menarik.

Ada sesuatu yang terasa berbeda ketika sebuah lagu terdengar menyenangkan, tetapi ternyata menyimpan cerita tentang kelelahan. Seolah-olah kita sedang diajak untuk menikmati perjalanan, meskipun sebenarnya ada banyak hal yang ingin ditinggalkan sejenak.

Sementara itu, dalam wawancara dengan Weverse Magazine, Seonghyeon menggambarkan JoyRide sebagai lagu yang cocok didengarkan ketika seseorang ingin berkendara, pergi sebentar, atau sekadar melarikan diri dari keadaan saat ini.

Dan setelah memikirkan hal tersebut, aku jadi merasa bahwa JoyRide memang punya nuansa coming-of-age movie yang cukup kuat.

Sebuah cerita tentang anak muda yang sedang mencari jati diri, berusaha memahami keinginannya sendiri, dan mencoba menikmati kehidupan di tengah berbagai tuntutan yang harus dihadapi.

4. JoyRide dan Masa Muda yang Ingin Dinikmati

Kalau aku merangkum makna lagu JoyRide CORTIS, lagu ini bukan semata-mata tentang keinginan untuk kabur dari tempat latihan.

Ada sesuatu yang lebih manusiawi di dalamnya.

Mereka adalah anak-anak muda yang memiliki impian besar. Namun, dalam proses mengejar impian tersebut, mereka juga mengalami kelelahan, kejenuhan, dan mungkin kerinduan terhadap kehidupan sederhana yang tidak harus selalu produktif.

Mereka ingin debut, tetapi mereka juga ingin menikmati masa muda.

Mereka ingin menjadi idol, tetapi mereka juga ingin menjadi diri sendiri.

Dan mungkin, itulah mengapa judulnya JoyRide.

Karena yang mereka cari bukan hanya jalan keluar dari rutinitas, tetapi kesempatan untuk menikmati perjalanan yang selama ini mereka perjuangkan.

Ada satu hal yang membuatku cukup tersentuh ketika memikirkan lagu ini.

Terkadang kita terlalu sibuk mengejar kehidupan yang kita impikan sampai lupa bahwa kita juga sedang menjalani kehidupan yang suatu hari akan kita rindukan.

Kita terlalu fokus pada apa yang ingin dicapai, sampai lupa bahwa proses yang sedang kita jalani sekarang juga merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri.

Dan buatku, JoyRide terasa seperti pengingat tentang hal itu.

Bahwa tidak apa-apa untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan menikmati perjalanan.

Karena pada akhirnya, kita tidak hanya ingin sampai ke tujuan. Kita juga ingin punya cerita menyenangkan tentang bagaimana kita sampai di sana.

Komentar

Postingan Populer